Monday, April 19, 2010

Doktrin | Eksistensialisme | ringkas..

Eksistensialisme adalah aliran filosofi yg fahamannya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemahuannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Sebenarnya bukannya tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak benar, tetapi seorang eksistensialis sedar bahawa kebenaran bersifat relatif, dan kerananya masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar.

Eksistensialisme adalah salah satu aliran besar dalam filosofi, khususnya tradisi filosofi Barat. Eksistensialisme mempersoalkan keber-Ada-an manusia, dan keber-Ada-an itu dihadirkan mengikut kebebasan. Pertanyaan utama yang berhubungan dengan eksistensialisme adalah soal kebebasan yang melulu. Apakah kebebasan itu? bagaimanakah manusia yang bebas itu? dan sesuai dengan doktrin utamanya yaitu kebebasan, eksistensialisme menolak mentah-mentah bentuk determinasi terhadap kebebasan kecuali kebebasan itu sendiri.

Dalam pengajian sekolah filosofi eksistensialisme paling terkenal datang melalui Jean-Paul Sartre, yang terkenal dengan diktumnya "human is condemned to be free", manusia dikutuk untuk bebas, maka dengan kebebasannya itulah kemudian manusia bertindak. Pertanyaan yang paling sering muncul sebagai derivasi kebebasan eksistensialis adalah, sejauh mana kebebasan tersebut bebas? atau "dalam istilah orde baru", apakah eksistensialisme mengenal "kebebasan yang bertanggung jawab"? Bagi eksistensialis, ketika kebebasan adalah satu-satunya universal manusia, maka batasan dari kebebasan dari setiap individu adalah kebebasan individu lain.

Namun, menjadi eksistensialis, bukan melulu harus menjadi seorang yang lain-daripada-yang-lain, sadar bahwa keberadaan dunia merupakan sesuatu yang berada diluar kendali manusia, tetapi bukan membuat sesuatu yang unik ataupun yang baru yang menjadi esensi dari eksistensialisme. Membuat sebuah pilihan atas dasar keinginan sendiri, dan sadar akan tanggung jawabnya dimasa depan adalah inti dari eksistensialisme. Sebagai contoh, mahu tidak mahu kita akan terjun ke berbagai lapangan kerjaya seperti doktor, peguam, guru, pegawai dan sebagainya, tetapi yang dipersoalkan oleh eksistensialisme adalah, apakah kita menjadi doktor atas keinginan orang tua, atau keinginan sendiri.

No comments:

Post a Comment

Semoga komentar kalian memberi manfaat buat Aljauhary..